Brawijaya
(021)7211337
Kemang
(021)22717656
UOB Plaza
(021)29261880
Buah Batu
(022)7308104
BAHAYA HEWAN BAGI IBU HAMIL
BAHAYA HEWAN BAGI IBU HAMIL Semasa  kehamilan  BuMil memang perlu  menjaga kehamilannya  dengan baik, salah satunya  adalah mencegah untuk  tidak  tertular parasit dari hewan kalau  tidak  hati-hati bisa saja parasit tersebut masuk kedalam tubuh BuMil dan membahayakan  diirinya serta janin yang ada di dalam kandungan.

Hewan apa saja yang bisa memberi infeksi pada BuMil dan calon bayinya ?

Kucing
Umumnya parasit yang ditimbulkan pada kucing adalah toksoplasma. Siklus hidup parasit ini biasa tedapat pada kotoran kucing. Bila BuMil terlah terinfeksi tokso pada trimester awal dan akhir maka dapat membahayakan keselamatan dan perkembangan janin dalam kandungan. Dampaknya janinn berisiko keguguran, hamil anggur  mengakibatkan  kematian pada bayi atau  bahkan bayi lahir namun dengan kondisi kepala yang besar seperti hydrocephalus.

Sebagian besar wanita yang menderita toksoplasma, tidak merasakan adanya gejala. Hanya sebagian kecil saja yang merasakan gejalanya seperti sedikit nyeri otot, pembesaran getah bening dan flek saat hamil. Untuk mengetahui adanya  tokso di dalam tubuh sebaiknya sebelum menikah atau sebelum merencanakan program hamil di lakukan pemeriksaan TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalovirus dan herpes) terlebih dulu guna mengetahui apakah wanita tersebut sudah memiliki anti bodi dengan toksoplasma, rubella  cytomegalovirus dan herpes. Jika sudah terdapat anti bodi didalam tubuhnya maka tidak perlu khawatir dengan kondisi kucing peliharaanya.

Kondisi yang paling membahayakan justru apabila sebelum hamil belum terinfeksi tokso lalu saat hamil baru terinfeksi tokso dan apabila terjadi serokonversi - perubahan dari negative menjadi postif -maka semasa kehamilan diperlukan pemeriksaan USG guna memantau apakah ada kecacatan pada janinya
Selanjutnya perlu dilakukan pengobatan bila BuMil sudah terlanjur terinfeksi tokso yaitu dengan spiramycin (obat antibiotic) sepanjang kehamilannya, diharapkan bakteri toksoplasma tersebut akan hilang. Meskipun begitu kemungkinan terjadinya kelainan pada janin masih bisa terjadi, kerusakan pada janin itu bergantung seberapa parah si BuMil  terinfeksi toksoplasmanya, tapi biasanya kerusakan yang terjadi sekitar  2-4 persen.

Hamster
LMCV (Lymphocytic Choriomenigits virus) atau viral meningitis adalah virus yang terdapat pada hewan-hewan pengerat seperti tikus dan hamster. Tanda-tanda jika terserang virus ini adalah demam, mual, muntah-muntah, sakit pada  otot  dan kepala  serta sakit pada kelenjar-kelenjar tubuh.

LMCV ini merupakan virus yang dapat menembus dinding plasenta dalam rahim. Bila janin terinfeksi virus ini biasanya lahir dalam keadaan cacat atau bahkan meninggal. Cara penularan virus ini dengan menyentuh air kencing, mata atau mulut yang terinfeksi virus ini. Jangan khawatir satu atau 2 ekor hamster didalam rumah yang terawat kebersihannya tidak akan membahayakan BuMil, tapi hamster peliharaan dapat pula terinfeksi LMCV setela kontak dengan tikus liar di fasilitas pembibitan, toko hewan peliharan atau rumah .

Lebih berhati-hati pada saat musim hujan atau banjir saat itu penyakit ini bisa mengancam karena tikus-tikus liar biasanya bermunculan di sekitar rumah. Jika bumil terkena virus LMCV ini sebaiknya segara konsultasikan kepada dokter kandungan agar segera diberi suntikan antibiotic.

Anjing
Anjing tergolong hewan  yang tidak  terlalu  membahayakan bagi  BuMil, hanya  saja  bila  tidak  terjaga kebersihanya, bakteri  kutu yang terdapat pada bulu-bulu anjing bisa menimbulkan penyakit kulit  pada  manusia, termasuk  BuMil.

Jenis penyakit kulit yang ditimbulkan oleh kutu anjing biasanya adalah jamur sehingga menimbulkan gatal-gatal pada BuMil, namun tidak akan berdampak buruk bagi janinya. Untuk mengatasi rasa gatal tersebut konsultasikan kepada dokter kulit. Selain itu, anjing juga bisa membawa penyakit rabies jadi pastikan anjing peliharaan anda untuk mendapatkan suntikan vaksin rabies. 
               
Unggas
Hewan yang termasuk dalam jenis golongan ini adalah ayam dan bebek. Hewan ini berpotensi  membahayakan BuMil utamanya jika terjangkit flu burung. Untuk menghindari hal tersebut, langkah yang bisa dilakukan adalah memberikan vaksin flu burung pada seluruh hewan unggas. Juga sebaiknya  kandang atau tempat tinggal ayam atau bebek jangan dibuat berdampingan dengan tempat tinggal  BuMil.

Tips cegah penyakit dari hewan peliharaan

Berikut ini adalah tips guna mencegah terjadinya parasit yang ditimbulkan oleh hewan:
• Selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah bekerja di kebun, setelah  membersihkan kandang atau kotoran binatang peliharaan ataupun setelah mencuci  daging.
• Hindari mengonsumsi  daging setengah matang  atau  daging mentah.
• Hindari konsumsi sayuran mentah yang tidak dicuci bersih.
• Periksakan kondisi kekebalan tubuh terhadap infeksi toksoplasma.
• Sejauh mungkin menjaga  jarak  pada  hewan yang  bisa  menularkan toksoplasma.
• Jangan berikan makanan daging mentah pada hewan peliharaan.
• Jangan biarkan hewan peliharaan duduk di sofa atau bahkan tidur di tempat tidur karena besar  kemungkinan  terdapat tokso  ataupun kutu  pada bulu-bulu
• Selalu jaga kebersihan hewan peliharaan, gunakan sarung tangan tiap kali membersihkan kandang hewan, sebaiknya selama hamil, tugaskan orang rumah untuk membersihkan dan merawat  hewan peliharaan Anda.
• Periksalah kesehatan hewan peliharaan ke dokter hewan agar tidak terkena toksoplasmosis, rabies atau kutu hewan.
• Jaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari banjir sehingga meminimalisasikan kemungkinan LMCV.
• Semasa kehamilan, sebaiknya jangan tinggal di wilayah peternakan hewan seperti ayam, bebek  atau pun hamster.

Narasumber:
dr. Prima Progestian, SpOG
Brawijaya Women & Children Hospital