Brawijaya
(021)7211337
Kemang
(021)22717656
UOB Plaza
(021)29261880
Buah Batu
(022)7308104
BERAT JANIN
KOK BERAT JANIN KU GAK SAMA SIH ? Keluhan seperti diatas kerap dilontarkan oleh BuMil yang awalnya menginginkan proses kelahiran normal, namun “terpaksa” harus  cesar. Memang, ada kalanya dokter menyarankan untuk  melahirkan cesar, mengingat bayi yang dikandung BuMil terlalu besar sehingga dapat  membahayakan sang ibu.

Kesalahan ukuran itu  normal
Cara atau jenis pengukuran berat badan janin ada bermacam-macam, salah satunya adalah perbandingan anatara lingkar perut dengan lingkar kepala dan panjang  femur  yang  dikombinasikan  dengan metoda Hadlock, Tokyo atau Jeanty dan semua metoda tersebut rata-rata memiliki kesalahan 20 persen, misalnya tarikan garis harusnya lurus tapi miring melintang atau agak miring  sedikit, maka diameternya akan menjadi besar. Seperti telur yang dipotong, akan berbeda hasilnya  jika  berdasarkan tarikan garis  lonjong atau  bulat.

Kesalahan mengukur berat janin juga bisa karena faktor pemeriksannya (man behind machine). Prinsipnya, pengukuran yang biasa dilakukan untuk mengukur berat janin yaitu paha, perut dan kepala, dan akibat kesalahan mengukur pada ketiga bagian tersebut, berat bayi  terlihat  lebih  besar.  Apalagi kepala bayi dalam rahim, memang dikalkulasi  ke dalam  rumus, bayinya  akan terlihat  besar. Padahal  hanya  kepala  saja. Yang paling sering terjadi adalah kesalahan lingkar perut karena pengukurannya miring, seolah-olah bayinya besar.

Faktor kesalahan lain adalah jenis mesin USG yang digunakan makin besar tingkat resolusinya maka  makin akurat, tapi ada juga mesin yang memiliki kalkulasi  sendiri  dari  beberapa  rumus  sederhana. Resolusi memengaruhi titik pengukuran itu menjadi akurasi, misalnya akurasi USG dengan kerumitan mesin, mesin dengan high-end  punya akurasi lebih dan tentunya harganya juga mahal. Tapi alat  sederhana bukan berarti tidak akurat, USG  hanya  alat  bantu  pengukur atau  gambaran ( imaging). Sehingga jika terjadi kesalahan pemotongan akan mengakibatkan salah pengukuran, miring sedikit  saja dalam memotong hasilnya akan berbeda. Demikian pula mengukur bayi dengan persentasi  kepada dan persentasi pantat pasti hasilnya akan berbeda. Walaupun kecil, bila ada kesalahan pengukuran harus disampaikan oleh dokter kepada pasiennya. Dan pasien juga harus kritis sebelum melakukan USG.

USG DAN KEGUNAANNYA

Sebaiknya pemeriksaan USG dilakukan secara berkala sehingga dapat segera diketahui apakah terdapat kelainan pada kehamilan dan pertumbuhan janin dalam kandungan. Pemeriksaan USG dalam setiap trimester mempunyai tujuan yang berbeda-beda, diantaranya:

1. USG Trimester I
Dapat dilihat panjang janin untuk memperkirakan usia kehamilan. Selain itu USG trimester I juga digunakan untuk mengetahui apakah kehamilan terjadi diluar rahim atau tidak, dapat memerlihatkan ada atau tidaknya kelainan seperti mioma uteri atau kista yang dapat menggangu proses kehamilan. USG cukup dilakukan satu kali  saja. 

2. USG Trimester II
Dilakukan screening untuk mengetahui apakah ada kelainan atau mendeteksi bila ada kecacatan pada janin. Selain itu dapat diketahui jenis kelamin janin yang dikandungan, deteksi  kemungkinan terjadi preeklamsi , USG cukup satu kali saja.

3. USG  trimester  III
Untuk mengetahui pertumbuhan janin dan apakah persalinan cukup bulan atau tidak juga dapat diketahui taksiran berat janin, letak plasenta, jumlah air ketuban serta adanya lilitan tali pusat, USG dilakukan dua kali.


Narasumber:
Dr.dr. Ali Sungkar, SpOG (K)
Brawijaya Women & Chindren Hospital