Brawijaya
(021)7211337
Kemang
(021)22717656
UOB Plaza
(021)29261880
Buah Batu
(022)7308104
CAMPAK
CAMPAK HANYA SEKALI SEUMUR HIDUP !! Mungkinkah anak bisa kena campak 2 kali?

Pertanyaan tersebut sering dilontarkan para ibu yang memiliki balita, pasalnya gejala campak mirip dengan gejala penyakit lain. Walhasil tak sedikit orang tua yang  mengagap anaknya  terkena campak lagi, padahal sebelumnya sudah terkena campak.

Campak hanya sekali!
Campak–virus morbili (paramiksovirus)–hanya terjadi sekali seumur hidup, namun jangan anggap remeh karena campak bisa menimbulkan komplikasi dan berakibat fatal, jika 2 sampai 3 kali terkena campak itu  salah, bisa jadi  diagnosisnya yang tidak  benar,” ujarnya

GEJALA PENULARAN

Karena virus campak  terdapat dalam darah, cairan hidung dan tenggorokan, perhatikan gejalanya. Pasalnya, gejala campak hampir sama dengan flu biasa, seperti batuk, pilek dan demam. Inilah mengapa gejala campak agak sulit di deteksi secara dini. Nah, disebut campak  jika  demam berlanjut  dengan timbulnya bercak-bercak merah. Tapi kadang orangtua sering salah kaprah menganggap bila anak demam tinggi tapi tidak mengeluarkan bercak-bercak merah, artinya campak tidak keluar. Tanpa bercak merah, meski demam tinggi, itu bukan campak. Untuk itu jangan menyimpulkan  sendiri sebelum dibawa ke dokter. Penularan penyakit ini berlangsung sangat cepat melalui perantara udara atau semburan/percikan ludah (dropplet) yang terisap lewat hidung atau mulut dan kontak dengan penderita campak. Dan ini terjadi pada masa face kedua hingga 1-2 hari setelah bercak  merah  timbul.

FASE  CAMPAK

1. FASE MASA INKUBASI
Masa dari kontak dengan virus sampai mulai timbulnya gejala berlangsung berkisar 10-12 hari. Memang  agak  sulit  mengenali  infeksinya  karena gejalanya masih umum, tidak terlihat sama sekali. Bisa timbul gejala demam, tapi bercak merah yang merupakan ciri khas campak belum keluar.
• Fase  awal  (prodromal)
Umumnya berlangsung berkisar, 4-5 hari ditandai demam, lemas, nyeri otot, batuk, pilek, mata merah, fotofobia (takut cahaya), adanya peradangan pada saluran pernapasan, batuk pilek serta gangguan pada saluran pencernaan berupa diare. Pada stadium ini, gejalanya hampir mirip influenza. Ciri khas terdapat bercak putih (bercak koplik) di dinding pipi bagian dalam. Segera ke dokter jika gejala di atas mulai muncul, jangan sampai menunggu munculnya bercak-bercak  merah untuk  mengantisipasi   penyakit  tidak  terlalu  berat,
• Fase  timbul  bercak  (erupsi )
Terjadi  berkisar  2-3 hari setelah stadium awal. Ditandai dengan demam meningkat, bercak merah menyebar ke seluruh tubuh, disertai rasa gatal. Selanjutnya gejala tersebut akan menghilang sekitar hari ketiga. Kadang disertai diare dan muntah. Biasanya dokter akan mengusahakan agar bercak merah pada anak tidak sampai muncul disekujur tubuhnya dipenuhi bercak, ini berarti campaknya cukup berat. Apalagi jika disertai gejala komplikasi, seperti: infeksi saluran pernapasan (bronkopnemonia), kejang demam, ensefalitis (radang otak), diare, infeksi telinga (Otitis media), infeksi laring (laryngtis).

2. FASE MASA PENYEMBUHAN
Pada stadium ini, gejala-gejala diatas berangsur  menghilang. Suhu tubuh menjadi normal, kecuali ada komplikasi. Adanya kulit kehitaman dan bersisik (hipergimentasi) dapat merupakan tanda penyembuhan.

JIKA SI KECIL TERKENA CAMPAK
Berikanlah vaksin campak, tenggorokan, flu atau lainnya. Masa rentan ini masih berlangsung sebulan setelah sembuh karena daya tahan tubuh penderita yang masih lemah. Berikan  obat  penurun panas bila demam. Bila diare berikan obat diare dan cairan yang cukup agar tidak terjadi dehidrasi. Lakukan pengobatan yang tepat dan berkonsultaasi dengan dokter.

Narasumber:
dr. Gladys Rasidy, SpA
Brawijaya Women & Children Hospital