Brawijaya
(021)7211337
Oktroi Kemang
(021)71792074
fX Sudirman
(021)25554099
UOB Plaza
(021)29261880
Buah Batu
(022)7308104
INFERTILITAS
INFERTILITAS Perubahan gaya hidup masa kini yang cenderung mengejar karir dan menunda perkawinan, yang berarti juga menunda mempunyai anak menyebabkan semakin banyak pasangan yang mengalami masalah infertilitas. Karena pada saat mereka siap untuk memiliki anak mereka telah melewati umur kesuburan optimal (24-25 tahun). Kadang waktu berjalan dengan cepat dan mereka tidak menyadari mempunyai masalah infertilitas sampai mereka mendekati batas atas alami dari umur reproduksi mereka.

Penyebab Infertilitas (Ketidaksuburan)

Penyebab infertilitas dapat berasal dari pihak istri maupun suami atau kedua-duanya. Kurang lebih 50% infertilitas disebabkan dari pihak Istri, 40% dari pihak Suami dan 10% tidak terjelaskan (unexplaned infertility).

Infertilitas dapat disebabkan oleh :

1.Gangguan pada hubungan seksual, dapat berupa kesalahan teknik sanggama yang menyebabkan penetrasi tak sempurna ke vagina, impotensi, ejakulasi prekoks, vaginisme, kegagalan ejakulasi, dan kelainan anatomik seperti hipospadia, epispadia, penyakit Peyronie.

2.Gangguan pada pria. Jumlah spermatozoa dan transportasinya yang abnormal

3.Ganguan Ovulasi dan hormonal lain

Pembuahan tidak akan terjadi bila istri tidak menghasilkan sel telur (ovum) yang dapat dibuahi. Kegagalan ovulasi dapat bersifat primer yang berasal dari ovarium seperti sindroma ovarium polikistik, atau bersifat sekunder akibat kelainan pada poros hipotalamus-hipofisis.

4.Endometriosis
Terutama pada endometriosis derajat sedang dan berat dapat mengganggu fertilitas.

5.Kelainan pada tempat implantasi
Bentuk uterus abnormal, miom (tumor jinak) rahim, kerusakan serviks, kelainan kongenital, endometriosis, dan perlekatan uterus.

6.Kelainan pada saluran telur (tuba falloppii)
Hipoplasia kongenital, penempelan fimbria (ujung saluran telur), hambatan tuba kare

Apa yang dimaksud dengan pemeriksaan kesuburan?

Pemeriksaan kesuburan dilakukan untuk setiap wanita yang telah menikah dan telah siap untuk hamil. Hal ini sangat baik dilakukan agar setiap pasangan:

1.Mengetahui kondisi masing-masing, misalnya siklus menstruasi, masa usia subur, bentuk dan fungsi alat reproduksinya, apakah terdapat infeksi yang perlu diobati sebelum hamil.

2.Memahami pengetahuan-pengetahuan dasar mengenai bagaimana terjadinya kehamilan dan persiapan menghadapi kehamilan dengan baik.

3.Dapat mengoptimalkan kondisi alat reproduksinya agar sang istri memiliki siklus menstruasi dan kondisi hormonal menjadi lebih teratur serta sang suami memiliki sperma yang baik dengan cara-cara yang sederhana, mudah dan nyaman.

Apakah keuntungan bila dilakukan pemeriksaan ?

Keuntungan yang diperoleh kedua pasangan sangat berguna, yaitu :

1.Optimalisasi kondisi alat reproduksi dengan cara yang murah, mudah, aman, dan sangat efektif melalui konsultasi dan pemeriksaan USG/Lab sederhana.

2.Mengurangi angka kejadian infertilitas/ ketidaksuburan sehingga dapat memiliki anak sesegera mungkin dengan cara alami.

3.Tidak ada resiko sama sekali, bahkan dapat mencegah penyulit-penyulit yang diperkirakan bisa timbul.

4.Proses kehamilan yang aman dan lancar.

Pengobatan Ketidaksuburan (Infertilitas)

Sekitar 50% pasangan infertil dapat berhasil hamil. Hal ini memberikan rasa optimistik baik bagi dokter maupun pasiennya. Tindakan-tindakan diagnostik seringkali pula merupakan rangsangan pengobatan, misalnya pemeriksaan vaginal dan sondase uterus dapat menaikkan laju kehamilan sebesar 10-15%.  Uji patensi   tuba bersama dengan dilatasi dan kuretase  ternyata dapat menggandakan laju pembuahan.
Setiap kelainan yang ditemui selama pemeriksaan selalu perlu diobati.

Rekayasa Reproduksi

Apabila setelah pemeriksaan dan pengobatan infertilitas masih belum berhasil juga. Pasangan infertil bisa melakukan rekayasa reproduksi yang merupakan pemecahan terakhir dari penanganan pasangan infertil.

Beberapa macam rekayasa reproduksi adalah :

1.Inseminasi buatan: penaburan spermatozoa suami ke dalam saluran reproduksi istri.

2.In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung, yaitu pembuahan di luar tubuh dengan penandur-alihan embrio ke selaput permukaan dalam rongga rahim dengan bantuan kanula kecil melalui saluran leher rahim.

ReferensiEdit Referensi section

1.Wikipedia. Infertility. 23 May 2006

2.MedicineNet. Infertility. Diakses 24 Mei 2006

3.Weschler, Toni. Taking Charge of Your Fertility. New York, Harper Collins Publishers, 2002. ISBN 0060937645

Penyaji:  Prof. Dr. dr. Med. Ali Baziad, SpOG (K)

(Dokter Spesialis Obstetric & Gynecology  Brawijaya Women & Children Hospital)

 Jadwal Praktek:

Selasa dan Kamis, Jam 18.00 – 21.00 Wib