Brawijaya
(021)7211337
Oktroi Kemang
(021)71792074
fX Sudirman
(021)25554099
UOB Plaza
(021)29261880
Buah Batu
(022)7308104
KEHAMILAN BULAN RAMADHAN
KEHAMILAN DI BULAN RAMADHAN

Kehamilan adalah proses pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan (manuaba).

Kehamilan sendiri bukanlah kelainan atau penyakit. Kehamilan merupakan kondisi normal dan alamiah yang dapat dialami oleh sebagian besar wanita, jadi apabila tidak ada masalah kesehatan pada ibu maupun janin, ibadah puasa tidak menjadi kendala. Namun bila ditemukan faktor - faktor penyulit pada kehamilan maka sebaiknya ibu tidak berpuasa.

Bebrapa faktor / kondisi penyulit :

  • Perdarahan
  • Diabetel Militus (DM)
  • Hipertensi
  • Anoreksia dan Bulimia
  • Gangguan sistem pencernaan
  • Dehidrasi
Selain faktor penyulit diatas, ada sejumlah tanda tak lazim yang juga harus dicermati oleh ibu hamil yang menjalankan ibadah puasa. Meski tidak memiliki faktor penyulit diatas, bila muncul tanda - tanda dibawah ini, ibu disarankan segera mengakhiri puasanya :
  • Muntah
  • Diare
  • Mimisan
  • Lemas
  • Pusing
  • Keringat berlebih
  • Mata berkunang - kunang
  • Kram dan kesemutan
Tips berpuasa untuk ibu hamil :
  • Selama berpuasa, asupan gizi dan kalori tetap dibuat sama dengan saat tidak berpuasa, yaitu gizi seimbang dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein, dan 10-20% lemak. Semua asupan dipenuhi saat sahur, berbuka puasa dan waktu antara berbuka - sahur.
  • Menghindari terlalu banyak lemak, gula, garam, dan kafein.
  • Upayakan mengkonsumsi makanan segar.
  • Mengurangi makanan yang digoreng atau dibakar dengan banyak lemak.
  • Makan sayur dan buah sebanyak mungkin.
  • Makanan pembuka yang manis boleh dikonsumsi asal tidak berlebihan.
  • Memenuhi kebutuhan cairan 2 – 3 liter/hari.
  • Direkomendasikan pemberian asam folat dan bila perlu suplemen zat besi untuk kebutuhan mineral dasar yang diperlukan oleh ibu hamil.
Contoh pengaturan menu untuk ibu hamil yang berpuasa :

Saat berbuka, dianjurkan untuk memulai dengan makanan dan minuman yang ringan seperti buah segar, jus buah segar, bubur dengan susu skim, disusul dengan makanan lengkap yang rendah lemak (nasi lengkap dengan sayur dan daging/ikan/telur yang direbus /dipepes/dibakar) buah kering seperti kurma, kismis, atau lainnya dapat ditambahkan sebagai pemanis , penambah rasa dan sumber zat besi.

Sekitar 2 - 3 jam berikutnya ibu hamil dapat mengkonsumsi camilan sehat berupa roti isi telur, tomat, dan salada, menu ini dapat diganti dengan tuna dengan salad atau roti di isi keju rendah lemak, atau daging, ayam panggang dan sayuran segar lainnya. Pilihan lainnya adalah kentang bakar (jacket potato) lengkap dengan keju, kacang - kacangan, atau lauk hewani lainnya. Dapat pula mengkonsumsi pasta atau mie yang dilengkapi dengan sayur dan lauk pauk, kemudian ditutup dengan buah - buahan.

Sekitar 2 - 3 jam berikutnya ibu hamil dapat mengkonsumsi camilan sehat berupa roti isi telur, tomat, dan salada, menu ini dapat diganti dengan tuna dengan salad atau roti di isi keju rendah lemak, atau daging, ayam panggang dan sayuran segar lainnya. Pilihan lainnya adalah kentang bakar (jacket potato) lengkap dengan keju, kacang - kacangan, atau lauk hewani lainnya. Dapat pula mengkonsumsi pasta atau mie yang dilengkapi dengan sayur dan lauk pauk, kemudian ditutup dengan buah - buahan.

Intinya berpuasa pada saat hamil sebenarnya tidak mengganggu pertumbuhan janin, sepanjang menu sahur dan menu berbuka diatur baik-baik, bayi mampu menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan ibu sekali lagi, secara syariat islam ibu hamil dan menyusui termasuk kelompok yang diperbolehkan meninggalkan puasa pada bulan Ramadhan, namun diperbolehkan meninggalkan puasa bukan berarti dilarang melaksanakannya.

Bd. Mira Laura