Brawijaya
(021)7211337
Kemang
(021)22717656
UOB Plaza
(021)29261880
Buah Batu
(022)7308104
KELAINAN DARAH
PENYAKIT DAN KELAINAN DARAH Pemeriksaan darah mempunyai arti yang sangat besar dalam menegakkan suatu penyakit dan kelainan yang kadang tersembunyi dan tidak disadari, serta dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diharapkan bila tidak terdeteksi dan mendapat terapi sejak dini. Penyakit dan kelainan darah ini sangat luas dan beragam jenisnya. Namun terdapat beberapa jenis penyakit dan kelainan darah yang cukup sering dijumpai seperti di bawah ini.
Anemia defisiensi besi adalah penyakit darah yang paling banyak diderita oleh anak yang ditandai oleh penurunan kadar besi dalam tubuh hingga penurunan kadar hemoglobin dalam darah. Bila penyakit ini tidak diterapi sejak dini maka dapat terjadi komplikasi berupa lemas, sariawan, menurunnya daya tahan tubuh.
terhadap infeksi, hingga penurunan prestasi belajar akibat terganggunya perkembangan otak. Kelainan darah lain yang juga ditandai oleh rendahnya kadar hemoglobin adalah thalassemia. Thalassemia ini merupakan kelainan darah yang bersifat familial atau diturunkan oleh kedua orangtua dan secara garis besar dibagi menjadi 2 golongan yaitu mayor dan minor. Pada thalassemia minor, kelainan ini lebih sukar dideteksi karena gejala sering tidak tampak atau tidak khas seperti adanya infeksi yang berulang, anak tampak kecil atau agak pucat sedangkan pada thalassemia mayor, penderita akan menunjukkan gejala yang lebih jelas seperti pucat, adanya pemebsaran hati dan limpa, infeksi berulang dan anak tampak lebih kecil dari teman seusianya.
 
Penyakit kelainan darah lain yang bersifat familiar adalah hemophilia. Namun berbeda dengan thalassemia yang memberikan gejala pucat penderita hemophillia dapat menunjukkan gejala adanya perdarahan mulai dari memar di kulit, mimisan, perdarahan otot dan sendi hingga perdartahan otak akibat dari kadar faktor pembekuan yang kurang dalam tubuh. Perdarahan ini dapat diantisipasi ataupun dihentikan dengan cepat bila kelainan ini  sudah terdeteksi sejak dini.
 
Bintik-bintik pendarahan hingga memar pada kulit juga dapat merupakan tanda dari kurangnya trombosit akibat dari penyakit Idiophatic Thrombocypenic Purpura (ITP). Penyebab ITP ini tidak diketahui dan sering terjadi pada anak dengan infeksi virus seperti virus batuk pilek atau virus penyebab demam lainnya. Anak dengan ITP perlu mendapat pengobatan dan pengawasan yang khusus agar tidak terjadi perdarahan yang hebat.
 
Kelainan darah yang lain dapat menyebabkan perdarahan adalah defisiensi enzim glocose 6-phosphate dehydrogenase (G-6PD). Enzim ini berguna untuk menjaga keutuhan dinding sel darah merah. Kekurangan enzim ini dapat mengakibatkan sel darah merah menjadi hancur (hemolisis). Proses hemolisis ini biasanya dipicu oleh bahan makanan dan obat-obatan tertentu yang bersifat oksidatif seperti kacang flava, obat golongan sulfa, salisilat dan lain-lain. Bila G6PD ini sudah terdeteksi sejak lahir, maka konsumsi makanan dan obat-obatan tersebut dapat dihindari sehingga kejadian anemia akibat proses hemolisis dapat dicegah.
 
Selain penyakit dan kelainan darah diatas, penyakit keganansan darah atau yang lebih dikenal dengan leukimia juga dapat menyerang anak. Gejala yang sering muncul adalah demam, pucat, nyeri tulang, pemesaran hati dan limpa serta perdarahan. Leukimia membutuhkan kekhususan dalam menegakkan diagnosis dan pengobatan dalam waktu yang cukup lama.
 
Prof. dr. Moeslichan, SpA (K)
Dokter Spesialis Anak (Konsultan Hematologi)