Brawijaya
(021)7211337
Kemang
(021)22717656
UOB Plaza
(021)29261880
Buah Batu
(022)7308104
Premarital Preparation


Selalu ada awal untuk memulai setiap hal, termasuk ketika mempersiapkan dan merencanakan berumah tangga. Bagi setiap pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahan dapat dipastikan bahwa kedua pasangan memiliki kesiapan diri, rasa ketertarikan, memiliki beragam rencana dengan beragam teori yang dimiliki.

Selain berbagai rencana mengenai pesta pernikahan, Anda dan pasangan juga wajib mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan berumah tangga itu sendiri. Tidak ada rumah tangga yang selalu berjalan mulus dan baik-baik saja. Semua pasangan pasti akan melalui banyak tantangan dalam menjalaninya. Entah itu tantangan yang menyenangkan ataupun yang kurang menyenangkan untuk dilalui. Namun, sangat penting bagi Anda dan pasangan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi hal-hal tersebut kelak.

Komitmen

Saat dua insan dengan pribadi yang berbeda memantapkan hati untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, sebaiknya keduanya membuat suatu kesepakatan yang disesuaikan bersama yang menjadikan fondasi hubungan yaitu komitmen. Komitmen tersebut dapat dijadikan fondasi untuk meminimalisi hambatan dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Pastikan sebelum menjalani rumah tangga bersama pasangan, Anda sudah membicarakan komitmen dengan baik dan bijaksana untuk mengenal pasangan lebih dalam, serta menyeimbangkan kebutuhan dan kesulitan yang akan dihadapi, because marriage is a beautiful lifetime story that you will ever make :)

Lalu apa saja komitmen yang sebaiknya dibahas dengan pasangan kita? Berikut beberapa hal yang sebaiknya di bahas bersama pasangan sebelum menikah :

  • Komitmen Kesetiaan Pasangan
    Komitmen untuk setia menjadi hal terpenting yang harus dibicarakan. Kedua belah pihak harus membahas pemikiran dan kemungkinan yang dapat terjadi di kemudian hari bahwa ada janji dari pasangan untuk dapat amanah atau terpercaya dan setia dalam menjalani hubungan. Adapun selain itu, hal yang menjadi pemikiran lain dari Anda dan pasangan dapat saling diinformasikan agar dapat dipikirkan dan dipertimbangkan dengan baik.
  • Tempat Tinggal
    Diantara pasangan sebaiknya dibuat kesepakatan mengenai “di mana akan tinggal setelah menikah”. Hal ini untuk menjaga kenyamanan pasangan dan keluarga. Apakah ada kemungkinan  pasangan suami-istri akan tinggal bersama di rumah orangtua, tinggal mandiri dengan tinggal di rumah sendiri atau apartemen, atau kontrak rumah. Ini adalah bagian yang penting untuk dibicarakan dengan pasti sejak sebelum menikah.
  • Pembagian Peran dan Tanggung Jawab
    Pembagian ini harus jelas dan adil Jangan sampai ada ketimpangan yang menyebabkan salah satu pihak merasa terbebani atau menjadikannya masalah dalam rumah tangga di kemudian hari.
  • Finansial
    Antar pasangan suami-istri, kedua belah pihak harus sepakat mengenai sosok yang akan berperan mengatur keuangan keluarga, baik istri ataupun suami.
  • Pembahasan & Perencanaan Mengenai Keturunan
    Rencana untuk memiliki keturunan juga harus dibicarakan secara serius dan jelas. Hal seperti keinginan memiliki anak, jumlah anak yang diinginkan, hingga pendidikan yang kemungkinan akan diterapkan.
  • Komunikasi
    Komunikasi adalah hal penting yang harus dijaga agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berdampak pada terjadinya konflik. Dalam sebuah keluarga, komunikasi sebaiknya berjalan secara dua arah, jangan sampai ada yang aktif hingga agresif dan ada yang pasif.
    Jika ditinjau, sikap agresif salah satu pasangan membuat pasangan yang lain cenderung pasif. Ini bisa sangat membahayakan. Tapi kalau sampai itu terjadi, hadapilah dengan bijaksana. Untuk mengatasi hal tersebut, kemampuan komunikasi harus dilatih dengan baik. Antar pasangan harus belajar mengungkapkan perasaannya. Pasangan yang agresif harus mengungkapkan dengan bahasa halus yang tidak menyakiti. Selain itu, pasangan yang pasif di harapkan belajar untuk dapat mengungkapkan perasaannya.
    Dengan adanya komunikasi dua arah, rumah tangga akan terasa lebih terstruktur yang menyenangkan. Hal ini dikarenakan tidak ada pasangan yang merasa tidak memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat atau tertindas atau diabaikan. Adanya komunikasi yang baik antara pasangan dapat juga menjadi faktor yang dapat meminimalisir pengaruh eksternal yang dapat berdampak negatif dalam rumah tangga.
  • Konflik
    Konflik seringkali tidak dapat dihindari oleh diri kita dan pasangan, akan tetapi dapat antisipasi agar tidak menjadi lebih besar. Bagaimana caranya? “Metode mengurangi konflik dapat dimulai dengan pengendalian emosi diri saat terjadinya hal-hal yang memancing konflik”.
    Di saat mulai muncul kondisi bersitegang antara Anda dan pasangan, mulailah dengan meredam emosi negatif dan selesaikan dengan terlebih dahulu menenangkan hati dan pikiran, serta cari dan temukan waktu yang tepat untuk membicarakannya. Setelah menemukan waktu yang tepat, tentukan bahan diskusi agar pembicaraan dapat mencapai sasarannya.
    Apabila konflik sudah menjadi lebih besar serta komunikasi dengan pasangan tidak dapat menemukan jalan keluarnya, disarankan agar Anda dan pasangan melibatkan orang ketiga yang dapat menjadi juru penengah. Orang ketiga tersebut haruslah berkompeten, bijaksana, dan tidak memihak atau netral, sehingga tidak memperumit masalah atau menimbulkan masalah yang baru
Kerja Sama

Pernikahan melibatkan dua orang, oleh karena itulah dibutuhkan kerja sama yang sangat solid untuk mencapai tujuan keluarga yang sudah direncanakan. Kerja sama dapat dilakukan dalam segala hal, mulai dari beban ekonomi, mengasuh dan mendidik anak, bahkan tugas rumah tangga. Jangan terlalu kaku dalam menerapkan aturan siapa yang harus bertanggungjawab atas apa. Dalam tugas mengurus anak misalnya, Anda dan pasangan sebaiknya memiliki peran masing-masing dalam tugas mengasuh dan mendidik anak. Kerja sama yang baik akan menjadikan Anda, pasangan, dan rumah tangga lebih kompak dalam menghadapi berbagai kondisi.

So, bagi Anda dan pasangan yang sedang mempersiapkan diri ke jenjang pernikahan, siapkanlah segala sesuatunya dengan baik agar memiliki keluarga yang sesuai harapan dapat menjadi kenyataan

Love is a partnership of two unique people who bring out the very best in each other, and who know that even though they are wonderful as individuals, they are even better together.

Good luck on your new journey :)

Narasumber : Nuran Abdat, M. Psi., Psikolog